Danpembebasan kedua (yaitu penaklukan kota Roma) dengan izin Allah juga pasti akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan anda ketahui di kemudian hari. Tidak diragukan juga bahwa realisasi pembebasan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim." (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, jld. 1, hlm. 33, no hadits. 1329). Hadisini adalah hadis gharîb karena hanya diriwayatkan dari jalur Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Hadis ini memberitahukan bahwa dua kota, yaitu Konstantinopel dan kota Rûmiyah akan ditaklukkan, dan di antara keduanya kota Konstantinopel yang akan ditaklukkan lebih dulu. Pada Selasa, 29 Mei 1453, menjelang waktu Ashar Konstantinopel ibu kota Romawi berhasil ditaklukkan di tangan pasukan Muhammad Al Fatih. Bukan sembarangan ternyata penaklukan Konstantinopel ini menjadi pembuktian basyirah (kabar gembira) Rasulullah saw delapan abad sebelumnya. Dalam suatu riwayat dijelaskan, Dalamhadist di atas, jelas sekali bahwa salah satu isyarat dari Rasulullah saw tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat. Artikel KisahPenaklukan Konstantinopel, Oleh Ustadz Felix Siauw - Asian Muslim Konstantinopel telah takluk dan itu tidak akan terulang kembali karena posisi yang mulia dalam bisyarah rasulullah telah ditempati oleh Muhammad al-Fatih. Penaklukan kota Roma hanya menunggu waktu dan posisi kemuliaan itupun akan ditempati oleh satu orang. Tetapi ada 29Mei 1453 M, Sejarah Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II. IslamToday ID — Tepat pada hari Selasa pada tanggal 20 Jumadil Ula 857 H atau bertepatan dengan 29 Mei 1453, 568 tahun silam Sultan Mehmed II berhasil membebaskan Konstantinopel, pusat Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) sesuai dengan bisyarah (kabar gembira) Rasulullah oueL. Oleh Antika Rahmawati Mahasiswi STMIK Muhamadiyah Matraman Jakarta & Aktifis Dakwah MuslimahTimes — Siapa kaum muslim yang tak kenal dengan kota Istanbul, Turkey yang kini menjadi IbuKota Turki saat ini? Tentu kaum muslim juga paham mengapa kota itu dinamakan Istanbul? Bila kita kembali melihat sejarah, sebelumnya kota tersebut adalah Kota Heraklius. Kota tersebut terkenal dengan jumlah gereja yang mana jumlah nya lebih banyak daripada jumlah hari dalam setahun. Dan kota itu mempunyai tembok yang amat sulit untuk dihancurkan, selain tembok tersebut mempunyai tiga lapis yang ketebalan nya kurang lebih masing-masing lapisan mempunyai ketebalan yang dibilang sangat tebal. Konstantinopel juga merupakan kota yang dikelilingi oleh laut, dan lautnya pun sulit dilewati kapal-kapal manapun karena didalam laut dekat teluk Golden Horn sehingga kapal yang akan melewati teluk Golden Horn akan karam. Konstantinopel dulunya merupakan Ibu Kota Imperium Laut. Dan kota itu masih dikuasai oleh Byzantiun yang terkenal dengan pasukan lautnya yang kuat pada masanya. Saat itu penaklukan demi penaklukan dilakukan oleh pejuang-pejuang muslim sebelum Sultan Muhamad Al-Fatih. Bahkan sampai pada ayahnya sendiri Sultan Murad II gagal menaklukan kota tersebut. Lima abad yang lalu sebelum adanya masa kekhalifahan, Rasulallah tengah mempersiapkan parit untuk perang ahzab, ketika itu Rasulallah ditanya oleh salah seorang dari sahabat kemudia beliau mengeluarkan hadits sebagai berikut “Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. HR Ahmad. Mendengar bisyarah itu sahabat yang tadi bertanya terasa senang mendengarnya tapi berbeda dengan yahudi, mendengar sabda Rasul seperti itu mereka mentertawakan karena menganggap itu hanya mimpi belaka. Setelah Perang ahzab selesai, Rasulallah Shalallahu’alaihiwasallam mengeluarkan kembali hadist tentang penaklukan Konstantinopel “Sungguh, Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik peminpin, dan pasukan yang menaklukan adalah sebaik-baik pasukan.” Ahmad. Salah satu sahabat yang ingin sekali mewujudkan bisyarah beliau pertama kali adalah Abu Ayyub Al-Anshori. Beliau gugur karena saat itu tengah sakit parah dan makam nya ditempatkan persis di depan pintu benteng Konstantinopel. Kemudian pada masa Turki Utsmani banyak juga yang ingin menaklukan tembok kokoh nan indah itu. Namun, karena persiapan mereka yang kurang mantap dalam mengahadapi serangan dari pasukan Konstantin, maka mereka pun gagal. Sampai akhirnya seorang pemuda dengan keyakinan yang mantap ingin meneruskan perjuangan ayahnya yaitu menaklukan Tembok kokoh itu Konstantinopel. Bukan hanya itu sejak kecil sudah dididik dengan ajaran-ajaran islam oleh kedua gurunya, meyakinkan bahwa ia adalah orang yang dimaksud dalam bisyaroh Rasulallah. Mehmed kecil mampu menghafal Al-qur’an pada usia 8 tahun karena pernah mendapat pukulan keras dari sang guru. Kemudian pada usia 12 tahun beliau sudah menjadi sultan, namun, pada saat itu pemikirannya belum cukup matang untuk mengatur strategi penaklukan Konstantinopel. Lalu ketika ia semakin beranjak dewasa, Mehmed II mencoba untuk mengatur strategi dan menyiapkan pasukan agar menjadi sebaik-baik pasukan seperti yang dikabarkan oleh Rasulallah. Dengan bimbingan kedua Syaikhnya, ia diminta untuk melakukan ibadah dan menjauhkan diri dari maksiat, bukan hanya itu Mehmed juga memeriksa siapa saja pasukan yang berkhianat dan mengeluarkan pasukan yang berkhianat tersebut. Dalam persiapan untuk menaklukan Konstantinopel, sebuah benteng di selat Bosporus didaratan Eropa. Sebelumnya, buyut Mehmed II, Sultan Beyazid dalam usaha penaklukan Konstantinopel juga pernah membuat sebuah benteng di selat Bosporusdi dartan Asia, benteng diberi nama Anadolu Hisari benteng Anatolia/Asia kecil, 1393M. Sedangkan yang dibangun Sultan Mehmed II diberi nama Rumeli Hisari. Uniknya dari Benteng yang dibuat oleh Mehmed II berbentuk lafadz Muhammad, Manusia mulia yang beliau idolakan semasa kecil. Pada saat itu, kaisar Byzantium yang mengetahui ada benteng yang dibangun oleh Sultan Mehmed II itu mengirimkan utusan untuk menyampaikan surat pada Sultan Mehmed II yang menyatakan bahwa dia telah lancang membangun benteng di selat Bosporus tanpa izin seperti mendiang buyutnya Sultan Beyazid. Namun balasan dari Sultan Mehmed II begitu mengejutkan, ia mengatakan bahwa sultan yang sekarang berbeda dengan sultan yang dahulu. – Muhammad Al-Fatih 1453, Ustadz Felix Siauw Sebelum melakukan penyerangan, ia melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan menawarkan Kaisar Byzantium untuk menyerahkan Konstantinopel Secara Damai, jika mereka bersedia maka tidak akan dilakukan peperangan dan sebaliknya. Namun, Kaisar Byzantium tetap menginginkan peperangan, karena menurutnya lebih baik berperang daripada harus menyerahkan Konstantinopel begitu saja. Dalam satu malam, Sultan Mehmed II dapat menyusun strategi pengepungan dengan meminta pertolongan kepada allah untuk meminta Konstantinopel itu jatuh kepada kaum muslim, dan mendirikan sebuah pemerintahan yang berdasarkan hukum Allah. Namun pada pengepungan pertama itu gagal karena banyaknya pasukan Utsmani yang syahid, maka Sultan Mehmed II mengehentikan penyerangan tersebut karena ia menyadari senjata yang digunakan belum cukup canggih untuk menghancurkan tembok Konstantinopel. Kemudian, Sultan Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih memikirkan cara lain untuk melakukan pengepungan kedua di awal tahun 1453, pada saat itu sang Sultan meminta kepada Allah agar ia diberi petunjuk bagaimana cara mengepung dan menghancurkan tembok Konstantinopel itu. Keesokan harinya, datanglah seorang ahli pembuat senjata meriam berkebangsaan Hungaria bernama Orban yang semula ditahan di Kota Konstantin selama 1 tahun karena menawarkan pembuatan meriam namun tak kunjung diperintahkan oleh kaisar Byzantium untuk membuatnya karena tidak ada uang untuk membayar biaya pembuatan meriam tersebut. Namun, ia memutuskan untuk menawarkan hal yang sama pada Sultan Mehmed II, dan Sultan Mehmed II menyanggupi permintaan Orban namun, ia meminta agar ukuran peluru meriamnya itu dibuat 4 kali lipat besarnya untuk bisa menembak dalam jarak 1,6 Kilometer. Kemudian dibuatlah meriam tersebut dengan ukuran yang melebihi meriam pada umumnya, ukuran bervariasi dengan rata-rata 4,2 meter. Sayangnya, dipengepungan ini kemenangan belum berpihak kepada Utsmani, pasalnya, meriam-meriam raksasa itu ketika ditembakan hanya mempunyai daya tembak 3 jam sekali. Maka dalam waktu 3 jam itu tembok berhasil di perbaiki oleh lawan. Dan pada detik-detik terakhir penyerangannyapun banyak sekali menglami kerugian, banyak pasukan Utsmani yang syahid karena dipanah dan dibakar akibat mereka memanjat tembok saat penyerangan. Belum lagi persediaan logistik yang semakin menipis, disitulah diam-diam wazirnya Halil Pasha yang ternyata sudah di suap oleh Kaum Byzantium untuk menyuruh sang Sultan berhenti menyerang Konstantinopel. Tetapi, saat Halil Pasha menyalahkan dan sebagian pasukan banyak yang berkhianat dan memilih mundur, Zaganos Pasha masih membela sang Sultan dan ia mengobarkan kembali semangat para pasukan Utsmani yang masih bertahan. Akhirnya diputuskan tanggal 21 April disepakati, kapal-kapal dari Selat Bosporus akan dipindahkan ke Teluk Golden Horn melalui Bukit Galata, karena jika melewati langsung ke Selat Bosporus, maka kapal mereka akan tenggelam. Dan saat itu, pemandangan mengerikan yang mampu membuat nyali sang lawan menjadi ciut, karena mereka tak menyangka bahwa Sultan Utsmani yang mereka remehkan selama ini mampu menjadikan gunung-gunung menjadi pengganti ombak dilautan yang menggerakan kapal-kapal mereka menuju Teluk Golden Horn. Dan pemimpin dari Byzantium itu mengatakan, Konstantinopel telah berakhir. Tanggal 27 Mei 1453 Sultan Mehmed II telah mengerahkan inovasi perang yang tidak pernah ada sebelumnya. Ia telah menyiapkan meriam-meriam raksasa dan menara-menara kayu yang tinggi tembok untuk melakukan penyerangan setelah ia memindahkan kapal-kapalnya melalui Bukit. Tanggal 28 Mei 1453 sang Sultan memperintahkan pasukannya untuk berpuasa dan menghindari maksiat kepada Allah. Selain itu, ulama-ulama membacakan ayat-ayat Qur’an dan hadits-hadits kemuliaan penaklukan kota Konstantinopel. –Sejarah Penaklukan Konstantinopel 2020 Tanggal 29 Mei 1453 seluruh kaum muslim melaksanakan Sholat Jumat yang dipimpin oleh Sultan Muhammad II Mehmed II, ia berkhutbah dengan khutbahnya yang terkenal ”Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulallah telah menjadi kenyataan, dan salah satu mukjizatnya kelak akan terbukti. Maka kita akan mendapat sebagian daripada janji hadits ini yaitu kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikan kepada setiap pasukan, kemenangan besar akan kita capai akan menambah ketinggian dan kemuliaan islam. Untuk menjaga agar syari’at Islam selalu didepan mata dia, dan janganlah sampai satupun melanggar syari’at Allah yang mulia. Jangan mengganggu orang-orang yang tak berdaya, jangan ganggu para wanita, jangan ganggu orang-orang yang bersembunyi dalam gereja, jangan mengganggu mereka semua kalau kita berhasil menaklukan kota ini.” – Sejarah Penaklukan Konstantinopel 2020. Sungguh betapa bijaksananya khutbah beliau sehingga saat kota itu takluk, sang Sultan masuk lewat pintu gerbang Konstantinopel, seraya mengucap kalimah thayyibah dan melakukan sujud Syukur atas semua pertolongan Allah atas penaklukan Konstantinopel tersebut. Dan mereka dibebaskan untuk menganut agama mereka serta Sang Sultan meminta agar Gereja Hagya Sofia dijadikan masjid. Dan sebelum Ashar Gereja sudah selesai dibersihkan dari berhala-berhala didalamnya, dan adzan dikumandangkan saat itu hingga saat ini adzan masih berkumandang di Istanbul sana. Dari situlah Sultan Mehmed atau Muhammad II diberi gelar Al-fatih yang berarti sang penakluk. Satu kota lagi yang belum ditaklukan karena saat ingin menaklukan kota tersebut Muhammad Al-Fatih mengidap penyakit yang telah lama menggerogoti tubuhnya hingga akhirnya beliau wafat. Kini, masih ada bisyarah Rasulallah yang perlu kita songsong yakni tegaknya Khilafah dan Penaklukan Roma. Maka, jangan pernah berputus asa ketika berdakwah, karena kita tidak mungkin menyaksikan tegaknya Khilafah dengan tangan hampa tidak melakukan kontribusi apapun tetapi dengan cara berdakwah, menyatukan seluruh pemikiran umat agar mereka kembali memahami Syari’at-Nya. Yakin, seterjal apapun jalan dakwah ini, semata-mata untuk menguji keimanan kita semata sebagai seorang pengemban dakwah. Kemarin, adalah peringatan penaklukan Konstantinopel yang pernah takluk pada bulan Jumadil Ula, sebagai pengingat bahwa masih ada tugas besar menanti kita menggantikan perjuangan orang-orang sebelumnya dimasa kekhilafahan islam. سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْمَدِينَتَيْنِ تُفْتَحُ أَوَّلاً قُسْطَنْطِينِيَّةُ أَوْ رُومِيَّةُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim Imam Ahmad mengeluarkan hadis tersebut di dalam Musnad-nya pada bab Musnad Abdullâh bin Amru bin bin al-Âsh. Beliau meriwayatkan hadis ini berdasarkan penuturan secara berturut-turut dari Yahya bin Ishaq, dari Yahya bin Ayyub, dari Abu Qabil; yang didasarkan pada penuturan Abdullah bin Amru bin al-Ash dari Rasulullah saw. Al-Haytsami berkomentar, “Para perawi hadis ini sahih kecuali Abu Qabil dan ia tsiqqah.”1 Riwayat yang sama juga diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf Ibn Abiy Syaybah; Imam ad-Darimi dalam Sunan ad-Dârimî, dari penuturan Utsman bin Muhammad, dari Yahya bin Ishaq; Ibn Abi Ashim dalam Al-Awâ’il li bin Abi Âshim, dari penuturan Abu Bakar, dari Yahya bin Ishaq; Ath-Thabrani dalam Al-Awâ’il li ath-Thabrani, dari penuturan Abdullah bin al-Husain al-Mashishi dari Yahya bin Ishaq; serta Abu Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, dari penuturan Abdurrahman bin Utsman, dari Qasim, dari Ibn Abi Khaytsamah, dari Yahya bin Ishaq. Dalam semua riwayat tersebut, selanjutnya Yahya bin Ishaq dari jalur yang sama dengan jalur di Nu’aim bin Hamad al-Muruzi meriwayatkan hadis ini dalam Kitâb al-Fitan dari Ibn Wahbin dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al- Abdul Ghani al-Maqdisi mengeluarkannya di dalam Kitâb al-Ilm. Ia berkata, “Hadis ini sanad-nya hasan.” Al-Hakim meriwayatkannya dari tiga jalur. Pertama dari Muhammad bin Shalih bin Hani’, dari Muhammad bin Ismail, dari Ibn Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil al-Ma’afiri dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Kedua dari Abu Ja’far Muhammad bin Muhammad al-Baghdadi dari Hasyim bin Murtsid dari Said bin Afir dari Said bin Abi Ayyub dari Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Ketiga dari Muhammad bin al-Muamal, dari al-Fadhl bin Muhammad asy-Sya’rani dari Nu’aim bin Hamad, dari Abdullah bin Wahbin, dari Yahya bin Ayyub dari Abu Qabil, dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Al-Hakim berkomentar, “Ini adalah hadis sahih menurut syarat Syaykhayn Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, tetapi keduanya tidak mengeluarkannya.”4Adz-Dzahabi menyepakati penilaian al-Hakim. Komentar al-Haytsami di atas, bahwa para perawi hadis ini adalah perawi sahih kecuali Abu Qabil yang ia nilai tsiqqah, mengisyaratkan bahwa ia menilai hadis ini hasan. Penilaian ini sesuai dengan penilaian Abdul Ghani al-Maqdisi. Adapun al-Hakim menilainya sahih dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Syaikh Nashiruddin al-Albani juga menilainya Walhasil hadis ini bisa dijadikan hujjah. Makna Hadis Hadis ini adalah hadis gharîb karena hanya diriwayatkan dari jalur Abu Qabil dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. Hadis ini memberitahukan bahwa dua kota, yaitu Konstantinopel dan kota Rûmiyah akan ditaklukkan, dan di antara keduanya kota Konstantinopel yang akan ditaklukkan lebih dulu. Kota Rûmiyah itu seperti yang dijelaskan dalam Mu’jam Al-Buldân adalah kota Roma, sekarang adalah ibukota Penaklukan kedua kota ini adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Berita gembira penaklukan kota Konstantinopel juga diriwayatkan dalam hadis lain. Berita gembira tersebut memacu kaum Muslim sejak masa para Sahabat untuk mendapatkan keutamaan dan kemuliaan sebagai orang yang berhasil mewujudkannya. Syaikh al-Albani mengatakan Penaklukan pertama telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad al-Fâtih al-Utsmani seperti yang sudah diketahui. Hal itu terealisasi setelah lebih dari delapan ratus tahun sejak berita gembiranya disampaikan oleh Rasulullah saw. Penaklukan kedua yaitu penaklukan kota Roma, pen. dengan izin Allah juga akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan Anda ketahui dikemudian hari. Tidak diragukan bahwa realisasi penaklukan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim. Hal itu telah diberitakan oleh Rasulullah saw. dalam sabda Beliau. Berita dari Rasul itu tidak boleh menjadikan kita diam dan tidak turut terlibat aktif memperjuangkannya karena menganggap toh pasti akan tegak kembali. Apalagi menghalangi perjuangan penegakan Khilafah tentu jauh lebih buruk dan lebih tidak layak lagi keluar dari seorang Muslim. Sikap itu hanya layak keluar dari orang yang tidak percaya kepada Rasulullah saw. Berita gembira tegaknya kembali Khilafah seharusnya memacu kita untuk mewujudkannya tanpa kenal lelah, seperti generasi terdahulu. Perjuangan itu pada akhirnya pasti akan berhasil dan Khilafah pasti tegak kembali sesuai dengan janji Allah dan Rasulullah saw. Wallâh alam bi ash-shawâb. [Yahya Abdurrahman] Catatan Kaki 1 Lihat Imam Ahmad 164-241 H, Musnad Ahmad, 2/176, Muassasah Qurthubah, Mesir, tt; Al-Haytsami w. 807 H, Majma’ az-Zawâ’id wa Manba’u al-Fawâ’id, 6/219, Dar ar-rayan li ath-Turats-Dar al-Kitab al-Arabi, Kaero-Beirut, 1407 2 Lihat Ibn Abiy Syaibah, Mushannaf Ibn Abi Syaibah, ed. Kamal Yusuf al-Hawt, 4/419, Maktabah ar-Rusyd, Riyadh, cet. i. 1409; Imam ad-Darimi 181-255 H, Sunan ad-Darimi, 1/137, Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut, cet. i. 1407; Ibn Abiy Ashim, al-Awâ’il li Ibn Abi âshim, 1/109; Ath-Thabrani, al-awâ’il li ath-Thabrani, 1/122; Abu Amru ad-Dani 371-444 H, as-Sunan al-Wâridah fî al-Fitan, ed. Dr. Dhiya’ullah bin Muhammad Idris al-Mubarkfuri, 6/1127, Dar al-âshimah, Riyadh, cet. i. 1416 3 Lihat Nu’aim bin Hamad al-Muruzi Abu Abdillah w. 288 H, Kitâb al-Fitan, ed. Samir Amin az-Zuhri, 2/479, Maktabah at-Tawhid, Kaero, cet. i. 1412 4 Lihat Al-Hakim 321-405, Mustadrak alâ Shahîhayn, ed. Mushthafa Abdul Qadir Atha, 4/598, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, cet. i. 1411/1990 5 Lihat Muhammad Nashiruddin al-Albani, Silsilah ash-Shahîhah, 1/33, Maktabah al-Ma’arif, Riyadh, tt 6 Lihat Yaqut bin Abdillah al-Humawi, Mu’jam al-Buldân, 1/312, Dar al-Fikr, Beirut, tt JAKARTA - Sebelum keruntuhannya, Turki Ustmaniyah telah menorehkan cacatan emas peradaban Islam. Salah satu catatan emas itu adalah penaklukan Konstantinopel yang kini bernama Istanbul. Puluhan upaya telah dilakukan umat Islam untuk merebut kota ini. Mengapa konstantinopel demikian istimewa? Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. HR Ahmad Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir khalifah adalah amir khalifah yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim. Dalam dua hadis di atas, Rasulullah SAW telah memprediksi bahwa umat Islam akan merebut Kota Konstantinopel. Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith Al-Nabawi, Konstantinopel adalah ibu kota Kerajaan Bizantium Romawi Timur. Kota itu dibangun oleh Kaisar Konstantin yang Agung,” ungkap Dr Syauqi. Setelah membangun kota itu, Kaisar Konstantin pindah dari Roma, ibu kota Romawi Barat. Menurut Dr Sayuqi, kota itu dibangun dekat Selat Bosporus yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Marmara. Kota itu terkenal dengan kekokohan tembok kotanya sehingga sangat sulit untuk ditaklukkan. Sekarang kota itu bernama Istanbul,” tutur pakar hadis itu. Prediksi Rasulullah SAW mengenai kejatuhan Konstantinopel ke tangan kaum Muslimin itu akhirnya benar-benar terbukti. Kamis, 26 Rabiul Awal 857 H/ 6 April 1453 M, pasukan tentara Muslim di bawah komando Sultan Muhammad II tiba di ibu kota negara adikuasa bernama Bizantium. Sultan pun berkirim surat kepada penguasa Bizantium yang berisi ajakan untuk masuk Islam atau menyerahkan Konstantinopel secara damai. Perang menjadi pilihan terakhir. Namun, penguasa kota itu Constantine Paleologus menolak seruan dakwah dan berkukuh tak mau menyerahkan Konstantinopel ke tangan Umat Islam. Paleologus lebih memilih jalan perang. Pasukan tentara Bizantium dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa, siap menghadapi meriam-meriam tercanggih dan 130 ribu tentara Muslim. Lantaran tawarannya ditolak, Sultan ketujuh dari Kerajaan Turki Usmani itu pun mulai mengobarkan semangat jihad. JAKARTA— Konstantinopel ditaklukkan pada akhir Mei 1453 oleh Sultan Ottoman Mehmed II. Sebagai pengakuan atas kemenangannya, penguasa berusia 21 tahun itu kemudian dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk. Penaklukan itu mengakhiri Kekaisaran Bizantium Kekaisaran Romawi Timur yang berusia tahun, dan mengakhiri Abad Pertengahan. Kemudian menjadikan Istanbul sebagai ibu kota baru Kekaisaran Ottoman yang membanggakan. Dilansir dari laman 5Pillars, pada Selasa 21/2/2023 pada abad ke-15 Konstantinopel adalah salah satu kota terpenting di dunia, melewati Eropa, dan Asia, serta vital bagi perdagangan dunia. Ottoman telah menaklukkan wilayah Eropa dan Asia yang signifikan. Akan tetapi perlu menaklukkan Konstantinopel untuk menghilangkan penghalang yang mengganggu di belakang mereka dan mendorong lebih jauh ke Eropa. Kota itu juga menawarkan perlindungan kepada para penantang kepemimpinan Utsmaniyah, terutama kerabat penguasa Utsmaniyah yang tidak puas. Bahkan, banyak dari mereka yang melancarkan serangan dari sana. Konstantinopel juga terkenal sebagai tempat kekayaan besar dengan banyak peluang untuk barang rampasan. Orang-orang Kristen juga terpecah di antara mereka sendiri sehingga tidak ada bantuan yang datang dari Eropa sampai semuanya terlambat. Kemudian Tentara Bizantium berjumlah sekitar orang sedangkan Mehmed memimpin pasukan yang jauh lebih besar sekitar 60 ribu orang. Kemajuan teknologi juga mengubah keseimbangan kekuatan, kanon. Seorang pembuat meriam Hungaria memasok Utsmani dengan 'supergun' untuk menyerang tembok kota yang diseret 140 mil dari Edirne ke Konstantinopel. Itu bisa menembakkan meriam lebih dari satu mil dan membuat suara yang mengerikan. Tetapi Mehmed juga mengerti bahwa untuk merebut Konstantinopel dia harus mengelilingi kota dari laut ataupun dari darat. Jadi dia mengumpulkan armada pemblokiran sekitar 140 kapal. Jadi pada pekan ketiga dari tujuh pekan pengepungan, Mehmed hanya memerintahkan armadanya untuk diangkat dan dibawa ke darat serta dijatuhkan kembali ke air di belakang perisai pertahanan. Sekarang dia bisa menyerang dari darat dan laut. Di sisi darat, kerugian Utsmaniyah sangat berat karena tembok-tembok gagal untuk menyerah. Tetapi ketika selama beberapa pekan berlalu, supergun mulai mengerahkan korbannya dan setelah tujuh pekan serangan terakhir disiapkan. Penabuh genderang dan peniup terompet, serta supergun yang meledak, menciptakan suara yang akan menandai serangan terakhir pada 29 Mei 1453. Gelombang demi gelombang pasukan sultan menyerang tembok yang telah dilunakkan oleh supergun. Tembok akhirnya dilanggar dan Konstantinus serta ribuan tentara Kristen terbunuh. Sementara itu, Hagia Sophia pada waktu itu adalah bangunan terbesar di dunia, kemegahan Susunan Kristen dan kedudukan Gereja Ortodoks Timur. Dan salah satu tindakan pertama Mehmed adalah memerintahkan agar itu diubah menjadi masjid, meskipun dia membiarkan gereja lain tidak tersentuh. Kekaisaran Romawi akhirnya berakhir setelah tahun sejarah. Itu adalah pukulan militer dan psikologis yang sangat besar bagi dunia Kristen. Adapun Ottoman, mereka sekarang memiliki ibu kota di persimpangan dua benua, dari mana mereka dapat mengkonsolidasikan dan terus menyebarkan domain mereka. Baca juga Ketika Sayyidina Hasan Ditolak Dimakamkan Dekat Sang Kakek Muhammad SAW Dan Mehmed II akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pahlawan besar Islam, mengamankan pemerintahan Muslim dan memperluasnya selama berabad-abad. Pada 569 yang lalu nubuat Nabi Muhammad SAW terpenuhi, Konstantinopel Istanbul modern ditaklukkan kaum Muslim. Rasulullah SAW dilaporkan telah mengatakan Dari Abdullah bin Bisyr Al Ghonawi, dia berkata Bapakku telah menceritakan kepadaku Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ “Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.“ HR Ahmad loading...Sultan Muhammad Al-Fatih telah menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah SAW. Foto/Ilustrasi ist Hadis yang membahas tentang penaklukan Roma oleh kaum muslimin diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya. Rasulullah SAW bersabda “ Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” Sultan Muhammad Al-Fatih telah menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah SAW tersebut. Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah", menjelaskan sesungguhnya, penaklukan Konstantinopel tidak dimulai dari nol. "la merupakan hasil akumulatif perjuangan kaum muslimin selama berabad-abad, sejak awal masa berkembangnya Islam. Hal itu didorong oleh kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah, sebagaimana hadis tersebut," perhatian untuk kembali menaklukkan Konstantinopel semakin kuat bersamaan dengan munculnya pemerintahan Bani Utsmani. Baca Juga Kalau diperhatikan, ternyata para Sultan Bani Utsman termasuk para pemimpin yang memiliki pemahaman fikih yang sangat kuat tentang perlunya menyediakan segala faktor-faktor yang dibutuhkan, untuk mencapai tujuan. Muhammad Al-Fatih sendiri termasuk Sultan yang sangat getol menempuh jalan itu dalam perjalanan jihadnya. Dia sangat tekun berusaha menjalankan firman Allah yang berbunyiوَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang" QS Al-Anfal 60Muhammad Al-Fatih memahami ayat ini, bahwa masalah kemenangan dalam agama ini membutuhkan segala bentuk kekuatan yang beragam. Dia telah mampu menjabarkan makna ayat ini secara aplikatif dalam jihadnya yang diberkahi. Maka dia segera mempersiapkan sebuah pasukan dalam jumlah besar untuk mengepung Kota Konstantinopel. Pada saat itu, tidak ada satu jenis senjata pun yang tidak dia pergunakan. Dari meriam, pasukan berkuda, hingga pasukan saja semua ini membutuhkan kekayaan besar. Dengan sendirinya Sultan sudah memikirkan dari arah mana saja dia akan mendapatkan kekayaaan untuk membiayai perang yang tentu sangat mahal itu. Untuk membuat meriam, peluru, kapal, panah, membeli kuda, membeli minyak, kayu-kayu itu membutuhkan kekayaan tidak kecil. Dapat disimpulkan, penaklukan Konstantinopel tak akan pernah terwujud, jika Khilafah Turki Utsmani fakir-miskin. Baca Juga Pasukan yang mengepung Kota Konstantinopel dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, telah menyiapkan persiapan rohani yang mantap. Mereka belajar di bawah naungan pendidikan yang sangat menekankan makna iman dan takwa sikap amanah, serta melaksanakan risalah. Mereka terdidik dalam makna-makna akidah yang dibimbing oleh para ulama yang ikhlas. Mereka telah menjadikan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya sebagai manhaj dalam mendidik individu-individu. Para ulama itu mendidik mereka dengan hal-hal berikutPertama, bahwa Allah itu adalah Tunggal dan tidak memiliki sekutu apa pun. Dia tidak pernah mengambil sahabat wanita, tidak memiliki anak. Dia lepas dari semua sifat kekurangan dan memiliki sifat bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Pengatur segala urusan sebagaimana لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ”Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah” QS Al-A’raaf 54Ketiga, bahwa sesungguhnya Allah adalah sumber semua kenikmatan dalam wujud ini, baik njkmat kecil atau besar, yang tampak atau بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah datangnya.“ QS An-Nahl 53 Baca Juga Keempat, bahwa ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu pun di muka bumi dan langit, yang tidak tercapai oleh ilmu-Nya. Termasuk segala yang dikatakan oleh manusia atau اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا"Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu" QS Ath-Thalaq 12Kelima, bahwa Allah mengutus malaikat-Nya untuk mencatat perbuatan manusia dalam sebuah buku catatan yang tidak meninggalkan satu perkara kecil pun. Dan catatan amal itu akan dibukakan pada waktu yang telah يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ”Tiada satu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” QS Qaaf 18Keenam, bahwa Allah akan memberi ujian kepada hamba-hamba-Nya dengan berbagai hal yang berbenturan dengan apa yang mereka senangi. Ada yang ridha dengan takdir Allah, dan menyerah pada-Nya lahir batin, sehingga mereka pantas untuk menjadi khalifah dan menguasai pula yang marah-marah dengan takdir Allah, sehingga mereka tidak dipandang sebagai خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا”Dia-lah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kalian pang paling baik perbuatannya.” QS Al-Mulk 2 Baca Juga Ketujuh, bahwa Allah akan senantiasa memberikan taufik, membantu, dan menolong siapa saja yang bersandar kepada-Nya, selalu bernaung dalam naungan-Nya, selalu komitmen dengan hukum-Nya dalam segala وَلِۦِّىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ“Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang teIah menurunkan Al-Kitab Al-Qur’an] dan Dia melindungi orang-orangyang saleh.” QS Al-A’raaf 196Kedelapan, bahwa sesungguhnya Allah memiliki hak atas hamba untuk disembah untuk diesakan dan janganlah mereka menyekutukan sesuatu اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ”Karena itu maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” QS Az-Zumar 66Hakikat Perjalanan Hidup ManusiaPara ulama Utsmani juga mengambil manhaj Rasulullah dalam mendidik individu-individu dan pasukan Islam. Mereka diajari tentang hakikat perjalanan hidup manusia, serta cara-cara mencapai sukses. Mereka memvokuskan diri untuk menerangkan ajaran-ajaran sebagai berikut Baca Juga 1. Bahwa sesungguhnya kehidupan ini bagaimanapun panjangnya, pasti akan berakhir juga; dan kenikmatan hidup bagaimanapun lezatnya, ia sangat sedikit. Sebagaimana disebutkanإِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ”Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi ini, adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh subur tanaman-tanaman dengan air itu. Di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti kekal menguasainya, tiba-tiba datanglah azab Kami di waktu malam atau siang, lau Kami jadikan tanaman-tanaman itu laksana tanaman yang sudah diketam dibabat habis, seakan-akan belum pernah tumbuh sebelumnya. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orangyang berpikir.” QS Yunus 24.Begitu juga disebutkan, “Katakanlah 'Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.” QS An-Nisaa’ 772. Bahwa sesungguhnya semua makhluk itu akan kembali kepada Allah. Mereka akan dimintai pertanggung-jawaban atas perbuatan mereka, dan akan dihisab sehingga bisa ditentukan apakah mereka akan menghuni surga atau neraka? ’Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja [tanpa pertanggungjawaban?” QS Al-Qiyamah 363. Kenikmatan surga akan melupakan segala kelelahan dan kepahitan hidup di dunia. Demikian juga siksa neraka akan melupakan semua kesenangan dan kemanisan di dunia.”Maka bagaimana pendapat mu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup bertahun-tahun; kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepadanya? Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang selalu mereka menikmatinya.” [ QS AsySyu’ara’ 205-207 Baca Juga 4. Sesungguhnya kehidupan manusia setelah hancurnya dunia dan mereka tinggal di surga atau neraka, mereka akan mengalami suatu masa yang panjang "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu; sesungguhnya guncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat bergt dahsyat. Pada hari ketika kamu melihat keguncangan itu, aemua tia[ wanita yang menyusui anaknya mengabaikan anak yang disusuinya dan setiap wanita hamil gugur kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenamya mereka tidak mabuk, akan tetapi siksaan Allah itu sangat kerasnya.” QS Al-Hajj 1-2.Begitu juga disebutkan, "Maka bagaimanakah kamu akan menyelamatkan dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban? Langit pun rnenjadi pecah-belah karena Allah, janji-Nya itu pasti terlaksana.” QS Al-Muzzamil 17-185. Sedangkan jalan menuju keselamatan dari semua guncangan dan kepedihan, serta mencapai surga dan dijauhkan dari neraka adalah dengan beriman kepada Allah, dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang diridhai-Nya. Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar.” QS Al-Buruuj 11Para Ulama Rabbani dalam pemerintahan Bani Utsmani selalu berjalan di atas manhaj Rasulullah dalam memberikan pencerahan kepada individu, tentara, pimpinan dan rakyat secara keseluruhan. Mereka terus menerus berada di atas jalan ini, sehingga semua itu mengkristal dalam pikiran, mengendap dalam jiwa, dan nyata menjadi pendidikan yang mulia ini, lahirlah kekuatan insani dahsyat dari segala sisi. Muhammad Al-Fatih sendiri yang terdidik dalam pendidikan Rabbani merasa bangga dengan makna-makna dan nilai-nilainya yang begitu agung. Hal ini bisa kita dapatkan di dalam syairnya”Wa Hamasi dan semangatku; Adalah mengeluarkan semua upaya untuk mengabdi pada agama saya, agama Azmi tekadku; Saya akan membuat orang-orang kafir bertekuk-lutut dengan balatentaraku, berkat kelembutan Tafkiri dan pusat pikiranku; Terpusat pada kemenangan yang datang dari rahmat Jihadi jihadku; Adalah dengan jiwa raga dan harta benda. Lalu apa makna dunia setelah ketaatan kepada perintah Allah?Wa Asywaqi kerinduanku; dan perang ratusan ribu kali untuk mendapatkan ridha Rajai harapanku; Adalah pertolongan Allah, dan kemenangan negara ini atas musuh-musuh Allah.” Baca Juga Penyebab LainTatkala Sultan Muhammad Al-Fatih ingin menaklukkan kota Trabzon yang dipimpin oleh seorang Nasrani, dia ingin memperdayakannya. Untuk itu sultan segera mempersiapkan segalanya. Dia disertai sejumlah tentara dan pasukan khusus yang bertugas menebang pohon penghalang dan meretas jalan dalam perjalanannya, Sultan Muhammad Al-Fatih banyak menghadapi kendala karena adanya gunung-gunung yang menjulang pun segera turun dari pelana kudanya, dan naik bebukitan dengan kedua tangan dan kakinya, layaknya para tentara. Saat itu ada ibu Hasan Uzun pemimpin Turkman, yang datang khusus untuk melakukan ishlah perbaikan antara Sultan dan anaknya. Maka berkatalah perempuan itu, “Kenapa kau harus bersusah-payah melakukan ini, wahai anakku. Apakah Trabzon berhak untuk kau perjuangkan dengan cara seperti ini?”Sultan Muhammad Al-Fatih menjawab, “Wahai ibu, sesungguhnya Allah telah meletakkan pedang di tangan saya untuk berjihad di jalan-Nya. Maka jika saya tidak mampu untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini, dan tidak saya lakukan kewajibanku dengan pedang ini, maka sangat tidak pantas bagiku untuk mendapatkan gelar Al-Ghazi yang saya sandang ini. Lalu bagaimana saya akan menemui Allah pada Hari Kiamat nanti?” Demikian pulalah sikap sebagian besar tentara, berkat pendidikan keimanan yang dalam dan mantap. Pasukan Muhammad Al-Fatih tatkala melakukan pengepungan berada dalam kondisi akidah yang sangat baik, dan ibadah yang demikian mapan, serta mampu meninggikan syiar-syiar agama Allah dan rasa ketundukan terhadap Tuhan alam sejarawan menyebutkan banyak faktor penyebab takluknya Konstantinopel, seperti lemahnya Imperium Byzantium, terjadinya perseteruan teologi di internal bangsa Byzantium, dan adanya persaingan antara Negara-negara Eropa sendiri, dalam masa yang sangat panjang. Baca Juga mhy

hadits penaklukan konstantinopel dan roma